Pernyataan PSG dan City atas tuduhan Kecurangan dalam Financial Fair Play

Pernyataan PSG dan City atas tuduhan Kecurangan dalam Financial Fair Play
Pernyataan PSG dan City atas tuduhan Kecurangan dalam Financial Fair Play

Pernyataan PSG dan City atas tuduhan Kecurangan dalam Financial Fair Play

Paris Saint-Germain membantah laporan bahwa klub terlibat dalam penipuan untuk menghindari sanksi Financial fair play (FFP) dan dikeluarkan dari kompetisi Eropa.

Financial Fair Play digunakan sejak tahun 2011 untuk membatasi Klub kaya di Eropa untuk tidak menggunakan uang mereka secara semena mena untuk membeli pemain baru, hal tersebut juga di lakukan untuk menyehatkan keuangan dari klub di Eropa.

Rinciannya terungkap pada hari Jumat oleh Media dan terutama dilaporkan oleh Media dari Jerman sebagai bagian dari seri investigasi adanya Kebocoran di Sepak Bola.

“PSG selalu bertindak sesuai dengan hukum dan peraturan yang ditetapkan oleh lembaga olahraga,” kata klub itu dalam sebuah pernyataan. “Klub selalu secara ketat mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku dan dengan tegas menyangkal tuduhan yang diterbitkan hari ini oleh Mediapart.

“Sejak diperkenalkannya Financial Fair Play (FFP), PSG telah menjadi salah satu klub yang paling banyak diaudit dan diteliti dalam sejarah,” kata pernyataan itu. “Selain auditornya sendiri, KPMG dan kemudian PWC, klub telah menjadi tuan rumah di markasnya beberapa auditor yang diperintah oleh otoritas sepakbola. Selama tujuh tahun terakhir para auditor ini selalu mendapat manfaat dari informasi yang mendalam mengenai akun dan kontrak klub.”

Oryx Qatar Sports Investments (QSI), sebuah Grup yang memiliki PSG, diduga telah menyuntik dana sebesar 1,8 miliar Euro ke klub sejak pengambilan alih pada tahun 2011 dengan bantuan dari mantan presiden UEFA Michel Platini, serta presiden FIFA saat ini dan mantan sekretaris UEFA Jenderal Gianni Infantino.

PSG bukan satu-satunya klub yang terkait dengan laporan, klub Liga Premier Manchester City juga diduga mendapatkan manfaat dari pengaruh Sarkozy untuk menghindari sanksi FFP. Pemilik City dari Uni Emirat Arab dikatakan telah menyuntikkan dana sebesar 2.7 Miliar Euro selama tujuh tahun terakhir melalui pemegang saham dan kontrak sponsor berlebih yang melebihi batas ketentuan dari FFP.

Hubungan dekat Infantino dan CEO City Khaldoon Al Mubarak dengan UEFA juga dikutip, Dimana Petinggi UEFA meminta City untuk datang menghadapi hukuman FFP mereka sendiri dengan kerugian 233 juta Euro di antara tahun 2011-13. Namun, tanggapan City sangat minim, Mereka hanya mengatakan bahwa mereka tidak akan memberikan komentar apa pun di luar materi konteks yang diduga telah diretas atau dicuri dari City Football Group dan personel Manchester City serta orang-orang yang terkait. mereka juga mengatakan bahwa “Upaya untuk merusak reputasi klub diatur sangat jelas.”

Leave a Reply